Motivasi

MOTIVASI

  1. Pentingnya Motivasi

Ada ahli psikologi pendidikan yang menyebutmotivasi adalah kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar. Motivasi dipandangsebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk  perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan,sasaran, dan insenti.

Pentingnya Motivasi Dalam Belajar Motivasi belajar tidak hanya penting bagi siswa tetapi juga guru.

Pentingnya motivasi belajar bagi siswa sebagai berikut :

 

  • Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
  • Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, bila dibandingkan dengan teman sebaya.
  • Mengarahkan kegiatan belajar.
  • Membesarkan semangat belajar.
  • Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar.

Pentingnya motivasi belajar bagi guru sebagai berikut :

  • Membangkitkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
  • Membangkitkan, bila siswa tak bersemangat.
  • Meningkatkan, bila semangat belajarnya timbul tenggelam.
  • Memelihara, bila semangatnya telah kuat untuk mencapai tujuan belajar.

Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain :

  • Cita-cita atau Aspirasi Siswa

Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembnagan akal, moral, kemauan, bahasa dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangn kepribadian. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar, dan mengarahkan perilaku belajar.

  • Kemampuan Siswa

Keinginan seseorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Dengan didukung kemampuan, keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup, memuaskan dan menyenangkan hati anak. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.

  • Kondisi Siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmana dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.

  • Kondisi Lingkungan Siswa

Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkugan sekitar. Lingkungan sekitar itu berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaualan sebaya dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar.

  • Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran Semua unsur dinamis dalam proses belajar dan pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar. Karena siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Untuk itu guru yang professional diharapkan mampumemanfaatkan semua unsure dinamis tersebut.
  • Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa

Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa.

 

http://www.scribd.com/doc/27379844/b-Motivasi-Dan-Pentingnya-Motivasi-1-Pengertian

 

  1. Pandangan Motivasi dalam Organisasi

Perkembangan teori manajemen juga mencakup model, model atau teori, teori motivasi yang berbeda beda. Berikut ini akan dibahas tiga diantara model-model motivasi dengan urutan atas dasar kemunculannya, yaitu model tradisional, model hubungan manusiawi, dan model sumber daya manusia. Pandangan manajer yang berbeda tenang masing-masing model adalah penentu penting keberhasilan mereka dalam mengelola karyawan.

  1. Model Tradisional

Model tradisional dari motivasi berhubungan dengan Frederick Taylor dan aliran manajemen ilmiah. Model ini mengisyaratkan bahwa manajer menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan harus dilakukan dan digunakannya system pengupahan insentif untuk memotivasi para pekerja-lebih banyak berproduksi, lebih banyak menerima penghasilan.

Pandangan Tradisional menganggap bahwa para pekerja pada dasarnya malas, dan hanya dapat dimotivasi dengan penghargaan berwujud uang. Dalam banyak situasi pendekatan ini cukup efektif. Sejalan dengan meningkatnya efesiensi, karyawan yang dibutuhkan untuk tugas tertentu dapat dikurangi. Lebih lanjut, manajer mengurangi besarnya upah insentif. Pemutusan hubungan kerja menjadi biasa dan pekerja akan mencari keamanan atau jaminan kerja daripada hanya kenaikan upah kecil dan sementara.

 

  1. Model Hubungan Manusiawi

Banyak praktek manajemen merasakan bahwa pendekatan tradisional tidak memadahi. Elton Mayo dan para peneliti hubungan manusiawi lainnya menemukan bahwa kontak kontak social karyawan pada pekerjaannya adalah juga penting dan bahwa kebosanan dan tugas tugas yang bersifat pengulangan adalah factor factor pengurang motivasi. Mayo dan lain lainnya juga percaya bahwa manajer dapat memotivasi bawahan melalui pemenuhan kebutuhan kebutuhan social mereka berguna dan penting.

Sebagai hasilnya, para karyawan diberi berbagai kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dalam pekerjaannya. Perhatian yang lebih besar diarahkan kepada kelompok – kelompok kerja organisasi informal. Lebih banyak informasi disediakan untuk karyawan tentang perhatian manajer dan operasi organisasi.

  1. Model Sumber Daya Manusia

Kemudian para teoritis seperti Mc. Gregor dan Maslow, dan para peneliti seperti Argyris dan Likert, melontarkan kritik kepada model hubungan manusiawi, dan mengemukakan pendekatan yang lebih “sophisticated” untuk memanfaatkan para karyawan. Model ini menyatakan bahwa para karyawan dimotivasi oleh banyak tidak hanya uangatau keinginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti. Mereka beralasan bahwa kebanyakan orang telah dimotivasi untuk melakukan pekerjaan secara baik dan bahwa mereka tidak secara otomatis melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang tidak dapat menyenangkan. Mereka mengemukakan bahwa para karyawan lebih menyukai pemenuhan kepuasan dari suatu prestasi kerja yang baik. Jadi, para karyawan dapat diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk pembuatan keputusan keputusan dan pelaksanaan tugas tugas.

Para manajer dapat menggunakan model motivasi hubungan manusiawi dan sumber daya manusia secara bersama. Dengan bawahannya manajer cenderung menerapkan model hubungan manusiawi. Mereka mencoba untuk mengurangi penolakan bawahan dengan perbaikan moral dan kepuasan. Bagi dirinya sendiri, manajer akan lebih menyukai model sumber daya manusia. Mereka merasa kemampuannya tidak digunakan secara penuh oleh sebab itu mereka mencari tanggung jawab yang lebih besar dari atasan atasan mereka.

http://rnilovelypurple.blogspot.com/2012/01/berbagai-pandangan-tentang-motivasi.html

 

 

 

 

  1. Teori Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan “saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi”. Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

 

  1. Teori Isi

Teori isi terdiri dari 4 teori pendukung, yaitu :

  1. Teori Hirarki Kebutuhan ( A. Maslow)

Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan kita terdiri dari lima kategori :
1) Fisiologis (physiological),
2) Keselamatan atau keamanan (safety and security),
3) Rasa memiliki atau social (belongingness and love),
4) Penghargaan (esteem),
5) Aktualisasi diri (self actualizatin).
            Menurutnya kebutuhan-kebutuhan ini berkembang dalam suatu urutan hierarkis, dengan kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling kuat hingga terpuaskan. Kebutuhan ini mempunyai pengaruh atas kebutuhan-kebutuhan lainnya selama kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Suatu kebutuhan pada urutan paling rendah tidak perlu terpenuhi secara lengkap sebelum kebutuhan berikutnya yang lebih tinggi menjadi aktif.

 

  1. Teori Proses

Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :

  1. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar.
  2. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
  3. Dalam menumbuhkan suatu persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat macam hal sebagai pembanding, hal itu antara lain :

1). Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima              berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;

2). Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;

3). Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;

4). Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang pada nantinya akan menjadi hak dari para pegawai yang bersangkutan.

http://26-dyash.blogspot.com/2010/12/teori-motivasi-isi-dan-proses.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s